Take a fresh look at your lifestyle.

Cerita Dewasa Shanty Anak Sahabat Terbaiku

0

Ceritabokep88.com, Cerita Ngesex – Cerita Dewasa Shanty Anak Sahabat Terbaiku. Saya ialah seorang pembelajar status akhir di perguruan tinggi di Bandung, serta kini telah status akhir. buat saat ini saya tak menemukan mata kuliah lagi serta cuma mengerjakan skripsi saja. Oleh pasal itu saya kerap main ke tempat abangku di Jakarta.

Cerita Dewasa Suatu hari saya ke Jakarta. Ketika saya sampai ke rumah kakakku, saya menatap adanya tamu, rupanya ia ialah teman kuliah kakakku masa dulu. saya dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia amat ramah kepadaku. Usianya 40 tahun serta sebut saja namanya Firman. Ia pun mengundangku buat main ke rumahnya serta dikenalkan terhadap anak-istrinya. Istrinya, Dian, 7 tahun lebih muda darinya, serta putrinya, Shanty , duduk di kelas 2 SMP Cerita Ngesex.

Cerita Dewasa Shanty Anak Sahabat Terbaiku

Cerita Dewasa Shanty Anak Sahabat Terbaiku

Kalau saya ke Jakarta saya kerap main ke rumahnya. serta terhadap hari Senin, saya ditugaskan oleh Firman buat merawat putri serta rumahnya pasal ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit buat menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam mengeluarkan luka serta dirawat sepanjang 3 hari. oleh pasal itu ia minta libur di kantornya sepanjang 1 minggu. Ia berangkat setara istrinya, sementara anaknya tak ikut pasal sekolah.

Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali saya pulang dari rumah kakakku, pasal saya tak adanya kesibukan apapun serta saya pun menuju rumah Firman. saya pun bersantai serta setelah itu menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat menatap rak, di area bawahnya kulihat sebagian VCD porno. pasal jelas jelas sendirian, saya pun menontonnya. Sebelum habis satu film, seketika terdengar pintu depan dibuka. saya pun tergopoh-gopoh berbahaya televisi serta menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

“Hallo, Oom Ryan!”. Shanty yang baru masuk tersenyum “Eh, tolong dong bayarin Bajaj. uang Shanty sepuluh-ribuan, abangnya nggak adanya kembalinya” Aku tersenyum mengangguk serta keluar membayarkan Bajaj yang hanya dua ribu rupiah.

Saat saya masuk kembali,. pucatlah wajahku! Shanty duduk di karpet di depan televisi, serta menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Mia memandang kepadaku serta tertawa geli “Ih! Oom Ryan! Begitu, tho, caranya?.

Shanty kerap diceritain temen-temen di sekolah, tetapi belon pernah liat” Gugup saya menjawab, “Shanty . kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin” “Aahh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tu, liat. hanya begitu aja! Gambar yang diangkut temen Shanty di sekolah lebih serem”.

Tak tahu lagi apakah yang sesegera mungkin kukatakan, serta was was kalau kularang Shanty itu malah akan lapor terhadap orangtuanya, saya pun ke dapur bikin minum serta membiarkan Shanty terus menonton. Dari dapur saya duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.

Sekitar pukul 7 malam, saya keluar serta membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Shanty sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, serta. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek serta tipis. badan mudanya yang telah mulai matang terbayang jelas. Paha serta betisnya terlihat putih mulus, serta pantatnya membulat indah. saya menelan ludah serta terus masuk menyiapkan makanan.

Cerita Dewasa Shanty Anak Sahabat Terbaiku

Setelah makanan siap, saya memanggil Shanty . Dan,. sekali lagi astaga. jelas ia tak memakai BH, pasal puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. saya makin gelisah pasal penisku yang tadi telah mulai “bergerak”, kini benar-benar menegak serta mengganjal di celanaku.

Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, serta dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. saya makin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

“Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan!” “Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan adanya di tutup botol Fanta! Gantian. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa?” Mia mengernyit serta berikan sebagian tebakan yang seluruh kusalahkan “Yang bener. Shanty pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj!” “Aahh. Oom Ryan ngeledek!” Mia meloncat dari sofa serta berupaya mencubiti lenganku. saya menghindar serta menangkis, tetapi ia terus menusuk bersetara dengan tertawa, serta. tersandung!

Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, serta ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya serta bau shampo rambutnya membuatku semakin terangsang. serta saya pun mulai menciumi lehernya.

Shanty mendongakkan kepala bersetara dengan memejamkan mata, serta tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

Nafas Shanty semakin terengah, serta tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya telah basah, serta jariku mengelus belahan yang membayang “Uuuhh. mmhh”. Shanty menggelinjang Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan jikalau yang sedang kucumbu ialah seorang gadis SMP, tetapi gariahku telah sampai ke ubun-ubun serta saya pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya Aahh!. Shanty menelentang di sofa dengan badan hampir polos!

Aku dengan cepat mengulum puting susunya yang merah muda, berubah-ubah kiri serta kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Shanty yang mengelus belakang kepalaku serta erangannya yang tersendat membuatku semakin tidak sabar. saya menarik lepas celana dalamnya, serta. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu telah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Shanty . saya pun dengan cepat membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

“Ehh. mmaahh,”. tangan Shanty meremas sofa serta pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium Sesekali lidahku berpindah ke perutnya serta mengemut perlahan “Ooohh. aduuhh,”. Shanty mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat Lidahku bergerak dari atas ke bawah serta bibir kemaluannya mulai membuka.

Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya serta badan Shanty akan terlonjak serta nafas Shanty seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya serta meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar serta mengeras.

Ketika saya berhenti menjilat serta mengulum, Shanty tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa saya membuka seluruh pakaianku, serta kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Shanty “Mmmhh. mmhh. oohhmm,”. ketika Shanty membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berubah-ubah meremas dadanya serta membelai kemaluannya.

Segera saja kemaluanku basah serta mengkilap. tidak tahan lagi, saya pun naik ke atas badan Shanty serta bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku adanya di mulut Shanty serta aroma kemaluan Shanty di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Shanty , serta sejenak setelah itu kurasakan tangan Shanty menekan pantatku dari belakang “Ohhmm, mam. msuk. hh. msukin. Omm. hh. ehekmm” Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, serta Shanty makin mendesah-desah. dengan cepat saja kepala kemaluanku kutekan, tapi gagal saja pasal tertahan sebuah yang kenyal. saya pun berpikir, apa lubang sekecil ini akan bisa menampung kemaluanku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku ialah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sementara Shanty masih SMP serta ukuran lubang kemaluannya terlampau kecil.

Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, saya pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Shanty memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. saya menekan lagi, serta berasa ujung kemaluanku membentur basis padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. lantas saya diam tak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Shanty habit dengan benda yang adanya di dalamnya.

Sebentar setelah itu kernyit di dahi Shanty menghilang, serta saya pun mulai menarik serta menekankan pinggulku. Shanty mengernyit lagi, tetapi lama kelamaan mulutnya menceracau “Aduhh. sshh. iya. terusshh. mmhh. aduhh. enak. Oomm”

Cerita Bokep Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Shanty , lantas membalikkan kedua badan kami hingga Shanty kini duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. dengan tidak butuh diajarkan, Shanty dengan cepat menggerakkan pinggulnya, sedangkan jari-jariku berubah-ubah meremas serta menggosok dada, kelentit serta pinggulnya, serta kami pun berlomba mencapai puncak

Lewat sebagian waktu, gerakan pinggul Shanty semakin menggila serta ia pun membungkukkan badannya serta bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, serta akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. berasa cairan hangat membalur semua batang kemaluanku.

Cerita Dewasa Shanty Anak Sahabat Terbaiku

Setelah badan Shanty melemas, saya memaksa ia telentang. serta bersetara dengan menindihnya, saya mengejar puncakku sendiri. Ketika saya mencapai klimaks, Shanty jelas saja mengalami siraman air maniku di liangnya, serta ia pun merasa kecewa lemas serta mengalami orgasmenya yang ke dua.

Sekian lama kami diam terengah-engah, serta badan kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, mengalami sisa-sisa kenikmatan orgasme “Aduh, Oom. Shanty lemes. tetapi nikmat banget” Aku cuma tersenyum bersetara dengan membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi adanya di pinggulnya serta meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah telah terpuaskan, tetapi dengan cepat kurasakan kemaluanku yang sudah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Shanty yang masih sangat kencang.

Aku dengan cepat mengangkutnya ke kamar mandi, membersihkan badan kami berdua serta. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. selama malam saya mencapai tiga kali lagi orgasme, serta Shanty . entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Shanty kupaksa memakai seragam, sarapan serta berangkat ke sekolah.

Kembali ke rumah Firman, saya masuk ke kamar tidur tamu serta dengan cepat lelap kelelahan. Di tengah tidurku saya bermimpi seolah Shanty pulang sekolah, masuk ke kamar serta membuka bajunya, lantas menarik lepas celanaku serta mengulum kemaluanku. tetapi dengan cepat saja saya sadar jikalau itu bukan mimpi, serta saya memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. saya menatap keluar kamar serta kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah! mengalami metodenya memberiku “blowjob”, saya tahu jikalau ia baru saja belajar dari VCD.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: