Take a fresh look at your lifestyle.

Cerita Ngentot Dengan Adik Tiriku

0

Ceritabokep88.com, Cerita Dewasa –  Cerita Ngentot Dengan Adik Tiriku. Ceritaku ini dimulai, masa saya SMA kelas 3, masa itu saya baru sebulan tinggal setara ayah tiriku. Ibu menikah dengan orang ini pasal pasal tak tahan hidup menjanda lama-lama. Yang saya tak sangka-sangka nyatanya ayah tiriku memiliki 2 anak cewek yang keren serta seksi habis, yang satu sekolahnya setara denganku, namanya Lusi serta yang satunya lagi telah kuliah, namanya Ayu . Si Lusi cocok sekali kalau dijadikan bintang iklan obat pembentuk tubuh, nah kalau si Ayu paling cocok buat iklan BH setara suplemen payudara.

Cerita Ngesex Sejak pertama saya tinggal, saya senantiasa berangan-angan jikalau bisa mempunyai mereka, tetapi angan-angan itu senantiasa buyar oleh beragam Perihal. serta siang ini kebetulan tak adanya orang di rumah disamping saya dengan Lusi, ini juga saya sedang kecapaian pasal baru pulang sekolah. “Lus! entar kalau adanya butuh setara aku, saya adanya di kamar,” teriakku dari kamar video18+.

Cerita Ngentot Dengan Adik Tiriku

Cerita Ngentot Dengan Adik Tiriku

Saya mulai menyalakan komputerku serta pasal saya sedang suntuk, saya mulai dech surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tetapi enggak lama setelah itu Lusi masuk ke kamar bersetara dengan bawa buku, kelihatannya dia mau tanya pelajaran. “Ben, kemaren kamu udah nyatet Biologi belom, saya pinjem dong!” katanya dengan suara manja. dengan tidak memperdulikan komputerku yang sedang memutar film BF via internet, saya mengambilkan dia buku di rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.

“Lus!. nich bukunya, kemarenan saya udah nyatet,” kataku. Lusi tak memperhatikanku tetapi justru memperhatikan film BF yang sedang di komputerku. “Lus. kamu bengong aja!” kataku pura-pura tak tahu. “Eh. iya, Ben kamu nyetel apakah tuh! saya bilangin bonyok loh!” kata Lusi. “Eeh. kamu barusan kan juga liat, saya tau kamu suka juga kan,” balas aku. “Mending kita nonton sama-sama, tenang aja saya tutup mulut kok,” ajakku berupaya menelusuri peluang. “Bener nich, kamu kagak bilang?” katanya ragu. “Suwer dech!” kataku bersetara dengan mengambilkan dia kursi.

Lusi mulai penting menonton setiap adegan, sementara saya penting buat terus melihat badannya. “Lus, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak?” tanyaku. “Pernah, noh saya memiliki VCD-nya,” jawabnya. Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga. “Kalau ML?” tanyaku lagi. “Belom,” katanya, “Tapi. kalo sendiri sich sering”. Wah semakin berani saja aku, yang adanya dalam pikiranku kini hanya ML setara dia.

Kaya gimana metodenya si “Beni Junior” dapat puas, tak peduli saudara tiri, yang serius nafsuku lenyap. menatap dadanya yang naik-turun pasal terangsang, saya jadi makin terangsang, serta batang kemaluanku pun semakin tambah tegang. “Lus, kamu terangsang yach, ampe napsu gitu nontonnya,” tanyaku memancing. “Iya nic Ben, bentar yach saya ke kamar mandi dulu,” katanya. “Eh. ngapain ke kamar mandi, nih liat!” kataku menunjuk ke arah celanaku. “Kasihanilah si Beni kecil,” kataku. “Pikiran kamu jangan yang tidak-tidak dech,” katanya bersetara dengan tidak membawa kamarku. “Tenang aja, rumah kan lagi sepi, saya tutup mulut dech,” kataku memancing.

Dan nyatanya tak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi bersetara dengan tangan kanannya meremas-remas buah dadanya serta tangan kirinya menggosok-gosok kemaluannya, serta Perihal inilah yang membuatku tak menyerah. Kukejar terus dia, serta sesaat sebelum masuk kamar mandi, kutarik tangannya, kupegang kepalanya lantas setelah itu langsung kucium bibirnya. Sesaat ia menolak tetapi setelah itu ia pasrah, bahkan menikmati tiap permainan lidahku. “Kau akan saya memberi pembelajaran yang paling memuaskan,” kataku, setelah itu kembali melanjutkan menciumnya.

Cerita Ngentot Dengan Adik Tiriku

Tangannya membuka baju sekolah yang masih kami kenakan serta juga ia membuka BH-nya serta meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya amat lain hal dengan gadis lain yang pernah kusentuh. Perlahan ia membuka roknya, celanaku serta celana dalamnya. “Kita ke dalam kamar yuk!” ajaknya sehabis kami berdua sama-sama bugil, “Terserah kaulah,” kataku, “Yang serius kau akan kupuaskan”. tidak kusangka ia berani menarik penisku bersetara dengan berciuman, serta perlahan-lahan kami berjalan menuju kamarnya. “Ben, kamu tiduran dech, kita pake ’69′ mau tidak?” katanya bersetara dengan mendorongku ke kasurnya. Ia mulai menindihku, didekatkan vaginanya ke mukaku sedangkan penisku diemutnya, saya mulai mencium-cium vagina nya yang telah basah itu, serta aroma kewanitaannya membuatku makin bersemangat buat langsung memainkan klitorisnya.

Tak lama sehabis kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lantas saya menghisap, menjilat serta terkadang kumainkan dengan lidahku, sedangkan tanganku bermain di dadanya. tidak lama setelah itu ia melepaskan emutannya. “Jangan hentikan Ben. Ach. percepat Ben, saya mau keluar nich! ach. ach. aachh. Ben. saya ke. luar,” katanya berbarengan dengan menyemprotnya cairan kental dari vaginanya. Dankemudian dia lemas serta tiduran di sebelahku.

“Lus, sekali lagi yah, saya belum keluar nich,” pintaku. “Bentar dulu yach, saya lagi capek nich,” jelasnya. saya tak peduli kata-katanya, setelah itu saya mulai mendekati vaginanya. “Lus, saya masukkin kini yach,” kataku bersetara dengan memasukkan penisku perlahan-lahan. Kelihatannya Lusi sedang tak sadarkan diri, dia cuma terpejam coba buat beristirahat. Vagina Lusi masih sempit sekali, penisku dibuat hanya diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan serta terus kucoba buat memasukkannya, serta akhirnya berhasil penisku masuk setengahnya, kira-kira 7 cm
“Jangan Ben. entar saya hamil!” katanya dengan tidak berontak.

“Kamu udah mens belom?” tanyaku. “Udah, baru kemaren, emang kenapa?” katanya. bersetara dengan saya masukkan penisku yang setengah, saya jawab pertanyaannya, “Kalau gitu kamu kagak bakal hamil”. “Ach. ach. ahh!. sakit Ben, a. ach. ahh, pelan-pelan, aa. aach. aachh!”. katanya berteriak enak. “Tenang aja hanya sejenak kok, Lus mending doggy style dech!” kataku dengan tidak melepaskan penis serta berupaya memutar badannya. Ia menuruti kata-kataku, lantas mulai kukeluar-masukkan penisku dalam vaginanya serta kurasa ia pun mulai terangsang kembali, pasal kini ia merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.

“Ach. a. aa ach”. teriaknya. “Sakit lagi Ben. a. aa. ach”. “Tahan aja, hanya sejenak kok,” kataku bersetara dengan terus bergoyang serta meremas-remas buah dadanya.

“Ben,. ach pengen. ach. a. keluar lagi Ben”. katanya. “Tunggu sejenak yach, saya juga pengen nich,” balasku. “Cepetan Ben, enggak tahan nich,” katanya makin menegang. “A. ach. aachh!. yach kan keluar”. “Aku juga Say”. kataku makin kencang menggenjot serta akhirnya setidaknya enam tembakan spermaku di dalam vaginanya.

Kucabut penisku serta saya menatap seprei, apa adanya darahnya atau tidak? tetapi tenyata tidak. “Lus kamu enggak perawan yach,” tanyaku. “Iya Ben, dulu masa lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech,” jelasnya. “Ben ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja”Oh. tenang aja saya dapat diyakini kok, asal lain kali kamu mau lagi”. “Siapa sih yang dapat nolak ‘Beni Junior’,” katanya mesra.

Setelah saat itu setidaknya seminggu sekali saya senantiasa melaksanakan ML dengan Lusi, kadang saya yang jelas jelas sedang ingin atau kadang juga Lusi yang kerap ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami senantiasa bermain di rumah dengan tidak adanya seorang pun yang tahu, terkadang tengah malam saya ke kamar Lusi atau sebaliknya, terkadang juga saat siang pulang sekolah kalau tak adanya orang di rumah.

Cerita Ngentot Dengan Adik Tiriku

Kali ini kelihatannya Lusi lagi ingin, dari ketika di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya buat ML siang ini di rumah, tetapi malangnya siang ini ayah serta ibu sedang adanya di rumah sehingga kami tidak jadi melaksanakan ini. saya menjanjikan nanti malam akan main ke kamarnya, serta ia mengiyakan saja, katanya asal dapat ML denganku hari ini ia rujukan oleh saja kemauanku.

Ternyata sampai malan ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang asyik menonton pertandingan bola di TV, serta saya pun tidur-tiduran bersetara dengan menunggu ayahku tertidur, tetapi malang justru saya yang tertidur duluan. Dalam mimpiku, saya sedang dikelitiki sebuah serta berupaya saya tahan, tetapi setelah itu sebuah menindihku hingga saya sesak napas serta setelah itu terbangun.

“Lusi! apakah Ayah telah tidur?” tanyaku menatap nyatanya Lusi yang menindihiku dengan kondisi telanjang. “kamu mulai nakal Ben, dari tadi saya tunggu kamu, kamu tak datang-datang juga. kamu tau, kini telah pukul dua, serta ayah sudah tidur dari ketika pukul satu tadi,” katanya intim bersetara dengan memegang penisku pasal nyatanya celana pendekku serta CD-ku sudah dibukanya. “Yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin saya kek,” kataku.

“kamu tak sadar yach, kamu kan udah bangun, tuh liat udah siap kok,” katanya bersetara dengan memperlihatkan penisku. “Aku emut yach”. Emutanya kali ini berasa berbeda, berasa begitu menghisap serta kelaparan. “Lus jangan cepet-cepet dong, kasian ‘Beni Junior’ dong!” “Aku udah kepengen berat Ben!” katanya lagi. “Mending layaknya biasa, kita pake posisi ’69′ serta kita sama-sama enak,” kataku sembil berputar dengan tidak melepaskan emutannya setelah itu bersetara dengan terus diemut.

Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang sudah basah bersetara dengan tanganku memencet-mencet payudaranya yang makin keras, terus kuhisap vaginanya serta mulai kumasukkan lidahku buat mencari-cari klitorisnya. “Aach. achh”. desahnya ketika kutemukan klitorisnya. “Ben! kamu pinter banget nemuin itilku, a. achh. ahh”. “kamu juga semakin pinter ngulum ‘Beni’ kecil,” kataku lagi. “Ben, kali ini kita tak usah banyak-banyak yach, aa. achh”. katanya bersetara dengan mendesah. “Cukup sekali aja nembaknya, taapi. sa. ma. ss. sa. ma. maa ac. ach”. katanya bersetara dengan menikmati jilatanku. “Tapi Ben aku. ma. u. keluar nich! Ach. a. aahh”. katanya bersetara dengan menegang setelah itu mengeluarkan cairan dari vaginanya.

“Kayaknya kamu sesegera mungkin dua kali dech!” kataku bersetara dengan merubah posisi. “Ya udah dech, tetapi kini kamu masukin yach,” katanya lagi. “Bersiaplah akan saya masukkan ini sekarang,” kataku bersetara dengan mengarahkan penisku ke vaginanya. “Siap-siap yach!” “Ayo dech,” katanya. “Ach. a. ahh”. desahnya ketika kumasukkan penisku. “Pelan-pelan dong!” “Inikan udah pelan Lus,” kataku bersetara dengan mulai bergoyang. “Lus, kamu udah terangsang lagi belon?” tanyaku. “Bentar lagi Ben,” katanya mulai menggoyangkan pantatnya buat mengimbangiku, serta setelah itu dia menarik kepalaku serta memitaku buat bersetara dengan menciumnya.

“Sambil bercumbu dong Ben!” dengan tidak diminta dua kali saya langsung mncumbunya, serta saya betul-betul menikmati permainan lidahnya yang makin mahir. “Lus kamu udah memiliki pacar belom?” tanyaku”Aku. udah tetapi baru abis putus,” katanya bersetara dengan mendesah. “Ben pacar saya itu enggak tau loh soal benginian, hanya kamu loh yang beginian setara aku”. “Ach yang bener?” tanyaku lagi bersetara dengan mempercepat goyangan.

“Ach. be. ner. kok Ben, a. aa. ach. achh,” katanya terputus-putus. “Tahan aja, atau kamu mau udahan?” kataku menggoda. “Jangan udahan dong, saya baru kamu membuat terangsang lagi, kan kagak nikmat kalau udahan, achh. aa. ahh. saya percepat yach Ben,” katanya.

Kemudian mempercepat gerakan pinggulnya. “Kamu udah ngerti gimana enaknya, bentar lagi kayaknya saya bakal keluar dech,” kataku merasai jikalau sepermaku telah mengumpul di ujung. “Achh. ach. bentar lagi nih”. “Tahan Ben!” katanya bersetara dengan mengeluarkan penisku dari vaginanya serta setelah itu menggulumnya bersetara dengan tanganya mamainkan klitorisnya. “Aku juga Ben, bantu saya cari klitorisku dong!” katanya menarik tanganku ke vaginanya. bersetara dengan penisku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku serta. “Achh. a. achh. achh. ahh”. desahku bersetara dengan menembakkan spermaku dalam mulutnya. “Aku juga Ben”. katanya bersetara dengan menjepit tanganku dalam vaginanya. “Ach. ah. aa. ach”. desahnya.

“Aku tidur di sini yach, nanti bangunin saya pukul lima sebelum ayah bagun,” katanya bersetara dengan mengcover mata serta setelah itu tertidur, di sampingku. Tepat pukul lima pagi saya bangun serta membangunkanya, setelah itu ia bergegas ke kamar madi serta mempersiapkan diri buat sekolah, begitu juga dengan aku. Yang aneh siang ini tak layaknya kebiasaannya Lusi tak pulang bersamaku pasal ia adanya les privat, sementara di rumah hanya adanya Mbak Ayu , serta asingnya siang-siang begini Mbak Ayu di rumah memakai kaos ketat serta rok mini layaknya sedang menunggu sesuatu
“Siang Ben! baru pulang? Lusi mana?” tanyanya. “Lusi lagi les, katanya bakal pulang sore,” kataku, “Loh Mbak sendiri kapan pulang? katanya dari Solo yach?” “Aku pulang tadi malem pukul tigaan,” katanya. “Ben, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar adanya apa?” Wah gawat sepertinya Mbak Ayu dengar desahannya Lusi tadi malam. “Ach tak kok, hanya ngigo,” kataku bersetara dengan berlalu ke kamar. “Ben!” panggilnya, “Temenin Mbak nonton VCD dong, Mbak males nich nonton sendirian,” katanya dari kamarnya. “Bentar!” kataku bersetara dengan berjalan menuju kamarnya, “Ada film apakah Mbak?” tanyaku sesampai di kamarnya.

“Liat aja, nanti juga tau,” katanya lagi. “Mbak lagi nungguin seseorang yach?” tanyaku. “Mbak, lagi nungguin kamu kok,” katanya datar, “Tuh liat filmnya udah mulai”.

“Loh inikan?”. kataku menatap film BF yang diputarnya serta dengan tidak meneruskan kata-kataku pasal menatap ia mendekatiku. setelah itu ia mulai mencium bibirku. “Mbak tau kok yang semalam,” katanya, “Kamu mau enggak ngelayanin aku, saya lebih pembelajaran dech dari Lusi”. Wah pucuk di cinta ulam tiba, yang satu pergi datang yang lain. “Mbak, saya kan adik yang berbakti, masak nolak sich,” godaku bersetara dengan tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok vaginanya, sementara tangan kiriku masuk ke kausnya serta memencet-mencet payudaranya yang super besar.

“Kamu pinter dech, tetapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan,” katanya menghentikan ciumannya serta melepaskan tanganku dari dada serta vaginanya. “Mbak mau ngapain, kan lagi asyik?” tanyaku”Kamu. kagak sabaran yach, Mbak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?” katanya bersetara dengan membuka bajunya.

Aku juga tidak mau ketinggalan, saya mulai membuka bajuku sampai terhadap akhirnya kami berdua telanjang bulat. “Tubuh Mbak bagus banget,” kataku memperhatikan badannya dari atas sampai ujung kaki, benar-benar tak adanya cacat, putih mulus serta sekal. Ia langsung mencumbuku serta tangan kanannya memegang penisku, serta mengarahkan ke vaginanya bersetara dengan berdiri. “Aku udah enggak tahan Ben,” katanya. Kuhalangi penisku dengan tangan kananku lantas kumainkan vaginanya dengan tangan kiriku. “Nanti dulu ach, beginikan lebih asik”. “Ach. kamu nakal Ben! pantes si Lusi mau,” katanya mesra.

“Ben!. Mbak!. lagi dimana kalian?” terdengar suara Lusi memanggil dari luar. “Hari ini guru lesnya tak masuk jadi saya dipulangin, kalian lagi dimana sich?” tanyanya sekali lagi. “Masuk aja Lus, kita lagi pesta nich,” kata Mbak Ayu . “Mbak! Entar kalau Lusi tau gimana?” tanyaku. “Ben jangan panggil Mbak, panggil aja Ayu ,” katanya serta ketika itu saya menatap Lusi di pintu kamar sedang membuka baju. “Rir, saya ikut yach!” pinta Lusi bersetara dengan memainkan vaginanya. “Ben kamu kuat nggak?” tanya Ayu . “Tenang aja saya kuat kok, lagian kasian tuch Lusi udah terangsang,” kataku. “Lus cepet sinih emut ‘Beni Junior’,” ajakku.

Tanpa menolak Lusi langsung datang mengemut penisku. “Mending kita tiduran, biar saya dapet vaginamu,” kataku terhadap Ayu . “Ayo dech!” katanya setelah itu mengambil posisi. Ayu meletakkan vaginanya di atas kepalaku, serta kepalanya menghadap vagina Lusi yang sedang mengemut penisku. “Lus, saya maenin vaginamu,” katanya. dengan tidak menunggu jawaban dari Lusi ia langsung bermain di vaginanyaPermainan. ini terjadi lama sampai akhirnya Ayu menegangkan pahanya, serta. “Ach. a. aach. saya keluar”. katanya bersetara dengan menyemprotkan cairan di vaginanya.

“Sekarang ganti Lusi yach,” kataku. setelah itu saya bangun serta mengarahkan penisku ke vaginanya serta masuk perlahan-lahan. “Ach. aach”. desah Lusi.

Cerita Ngentot Dengan Adik Tiriku

“Kamu curang, Lusi kamu masukin, kok saya tidak?” katanya. “Abis kamu keluar duluan, tetapi tenang aja, nanti abis Lusi keluar kamu saya masukin, yang serius kamu merangsang dirimu sendiri,” kataku. “Yang cepet dong goyangnya!” keluh Lusi. Kupercepat goyanganku, serta dia mengimbanginya juga. “Kak, ach. entar lagi gant. a. ach. gantian yach, aku. mau keluar ach. aa. a. ach!”. desahnya, setelah itu lemas serta tertidur tidak berdaya.

“Ayo Ben tunggu apakah lagi!” kata Ayu bersetara dengan mengangkang mampersilakan penisku buat mencoblosnya. “Aku udah terangsang lagi”. dengan tidak menunggu lama saya langsung mencoblosnya serta mencumbunya. “Gimana nikmat penisku ini?” tanyaku. “Penis kamu kepanjangan,” katanya, “tapi enak!”. “Kayaknya kau nggak lama lagi dech,” kataku. “Sama, saya juga enggak lama lagi,” katanya, “Kita keluarin sama-sama yach!” terangnya. “Di luar apakah di dalem?” tanyaku lagi. “Ach. a. aach. di. dalem. aja”. katanya tak jelas pasal bersetara dengan mendesah. “Maksudku, ah. ach. di dalem aja. aah. ach. bentar lagi”. “Aku. keluar. ach. achh. ahh”. desahku bersetara dengan menembakkan spermaku. “Ach. aach. aku. ach. juga”. katanya bersetara dengan menegang serta saya mengalami cairan membasahi penisku dalam vaginanya.

Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai serta kami bangun terhadap saat berserentakan. “Ben saya mandi dulu yach, udah sore nich”. “Aku juga ach,” kataku. “Ben, Lus, lain kali lagi yach,” pinta Ayu . “Itu dapat diatur, asal lagi kosong kayak gini, ya nggak Ben!” kata Lusi. “Kapan aja kalian mau saya siap,” kataku. “Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk!” kata Ayu mulai memegang penisku.

Akhirnya kami main lagi sampai malam serta kebetulan ayah serta ibu telepon serta menyebutkan jikalau mereka pulangnya esok pagi, jadi kami lebih bebas bermain, lagi serta lagi. setelah itu hari selanjutya kami kerap bermain saat pada waktu layaknya ini, terkadang tengah malam cuma dengan Ayu atau cuma Lusi. Oh bapak tiri, nyatanya disamping harta banyak, kamu juga memiliki dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup ini
Itulah Cerita dewasa yang dapat diberikan oleh berita teranyar kali ini, semoga saja anda dapat mengambil seluruh hikmah yang terdapat didalam Cerita dewasa tersebut, butuh diingat Cerita ini khusus bagi anda yang telah dewasa sekian serta terima kasih.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: