Take a fresh look at your lifestyle.

Cerita Ngentot tidak Kusangka saya Diperawani Di Ruangan Kelas Sekolahku serta saya Menikmatinya

0

Cerita Dewasa, Ceritabokep88.com – Cerita Ngentot tidak Kusangka saya Diperawani Di Ruangan Kelas Sekolahku serta saya Menikmatinya. Saya seorang gadis bersekolah di SMA xxx. Nama aku Shinta, aku partisipan cheerleader PCT. terhadap suatu hari, adanya pertandingan basket antara anak SMA sekolah lain menghadapi anak SMA 8 di sekolahku. aku sebagai partisipan tim cheerleader PCT, berpakaian minim, berikan support kepada tim sekolahku. Di tengah-tengah pertandingan, salah satu pemain cadangan tim SMA 8 tersenyum terhadap saya, dia bukannya menatap teman-temannya bermain, melainkan memandangiku terus. Ketika babak pertama usai, dia datang menghampiriku, serta kami berkenalan sebut saja namanya Indra.

Cerita Ngesex Setelah kami berkenalan, lantas kami bercakap-cakap sejenak di kantin. sehabis tak berapa lama, seketika dia berbisik di telinga saya, katanya, “kamu cantik sekali deh Shinta”,. bersetara dengan matanya tertuju terhadap belahan dada aku. Muka aku langsung merah, kaget serta dadaku berdetak kencang. seketika terdengar suara “Pritt…!”, gejala jikalau babak ke-2 akan dimulai, aku langsung mengajaknya balik ke lapangan.

Cerita Ngentot tidak Kusangka saya Diperawani Di Ruangan Kelas Sekolahku serta saya Menikmatinya

Cerita Ngentot tidak Kusangka saya Diperawani Di Ruangan Kelas Sekolahku serta saya Menikmatinya

Dalam trip ke lapangan, kami melalui kelas-kelas kosong. seketika dia menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1, lantas dia langsung mengcover pintu. aku langsung menanyakan padanya, “ada apakah Indra…, babak ke-2 telah mau mulai nih…, kamu tak takut dicariin pelatih kamu?” Cerita Ngentot

Dia tak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, serta dia berbisik lagi padaku, “badan kamu bagus sekali ya Shin”. aku tak dapat berbuat apa-apa disamping berbalik tubuh serta melihat matanya dan tersenyum padanya.

Dia langsung mencium bibirku serta aku yang belum pernah berciuman dengan cowok, tak dapat berbuat apa-apa disamping membiarkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. sehabis kira-kira 5 menit bercumbu, mulai tangannya meraba serta meremas dadaku. aku pasrah saja padanya, pasal terus terang aku belum pernah mengalami kenikmatan layaknya ini. Tangannya masuk ke dalam baju cheers no3-ku,. serta mulai memainkan puting payudaraku, lantas dia menyingkapkan bajuku serta melepaskan rokku hingga aku tinggal mengenakan BH serta celana dalam saja

Lalu ia membuka baju basket serta celananya, sehingga ia cuma mengenakan celana dalam saja. Tampak jelas di depanku jikalau “penis”-nya telah tegang di balik celana dalamnya. Ia memegang tanganku serta menuntun tanganku ke dalam celana dalamnya. aku mengalami “penis”-nya yang besar serta tegang itu serta ia memintaku buat meremas-remas penisnya. Ia memaksaku buat membuka celana dalamnya, sehabis aku membuka celana dalamnya, tampak jelas penisnya yang telah ereksi. Besar juga pikirku, hampir sejengkal tanganku kira-kira panjangnya Cerita Dewasa, Cerita Ngesex, Cerita Bokep, Cerita Ngentot.

 

Baru kali ini aku menatap kemaluan cowok secara langsung, kebiasaannya aku cuma menatap dari film biru saja kalau aku diajak nonton oleh teman-teman dekatku. Ketika aku masih terpana menatap penisnya, dia melepas BH serta celana dalamku, jelas saja saja dengan sedikit bantuanku. sehabis ia menyingkirkan pakaian dalamku, tubuhnya yang tinggi serta atletis seperti sebagai seorang pemain basket itu, menindih badanku di atas meja kelas serta ia mulai menjilati puting payudaraku sampai aku benar-benar menggeliat keenakan, kurasakan basah terhadap bibir kemaluanku, aku baru tahu jikalau inilah yang akan berlangsung padaku kalau aku benar-benar terangsang.

Cerita Ngentot tidak Kusangka saya Diperawani Di Ruangan Kelas Sekolahku serta saya Menikmatinya

Lalu tangannya yang kekar itu mulai meraba bibir kemaluanku serta mulai memainkan clitorisku bersetara dengan sesekali mencubitnya. aku yang benar-benar terangsang tak dapat berbuat apa-apa disamping mendesah serta menggeliat di atas meja. Cukup lama ia memainkan tangannya di kemaluanku, lantas ia mulai menjilati bibir area bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan clitorisku. tak lama aku bertahan terhadap permainannya itu, kira-kira 5 menit kemudian, aku mengalami darahku naik ke ubun-ubun serta aku mengalami suatu kenikmatan yang amat luar biasa, badanku meregang serta aku mengalami cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku, Indra dengan tidak ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya sampai cuma air liurnya saja yang membasahi kemaluanku.

 

Badanku berasa lemas sekali, lantas Indra duduk di pinggir meja serta memandangi wajahku yang telah basah bermandikan keringat. Ia berkata padaku bersetara dengan tersenyum, “kamu kelihatan capek banget ya Shin…” aku cuma tersenyum

Dia mengambil baju basketnya serta mengelap cucuran keringat terhadap wajahku, aku benar-benar kagum padanya, “baik banget nih cowo”, pikirku. layaknya telah mengerti, aku jongkok di hadapannya, lantas mulai mengelus-ngelus penisnya, bersetara dengan sesekali menjilati serta menciuminya, aku juga tak tahu kaya gimana aku dapat bereaksi layaknya itu, yang adanya di pikiranku cuma membalas perbuatannya padaku, serta metode yang kulakukan ini pernah kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.

 

Indra cuma meregangkan tubuhnya ke belakang bersetara dengan mengeluarkan suara-suara yang justru semakin membuatku ingin memasukkan penisnya ke dalam mulutku, tak berapa lama setelah itu aku memegang pangkal kemaluannya itu serta mulai mengarahkannya masuk ke dalam mulutku, berasa benar ujung penisnya itu menyentuh dinding tenggorokanku ketika hampir seluruh area batang kemaluannya masuk ke dalam mulutku, lantas aku mulai memainkan penisnya di dalam mulutku, berasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan basah lagi, gejala kalau aku telah benar-benar terangsang padanya

Kira-kira 5 menit aku melaksanakan oral seks terhadap Indra, seketika tubuh Indra yang telah basah dengan keringat itu mulai bergoyang-goyang keras bersetara dengan ia berkata, “aarghh…, aku udah gak tahan lagi nih Shin…, aku mau keluarr…”

 

Saya yang tak benar-benar memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan penisnya, sampai kurasakan cairan hangat kental putih serta agak asin keluar dari lubang kemaluan Indra, aku langsung mengeluarkan penisnya itu serta layaknya kesetanan, aku justru menelan cairan spermanya, serta justru menghisap penisnya sampai cairan spermanya benar-benar habis. aku duduk sejenak di bangku kelas, serta kuperhatikan Indra yang tiduran di meja bersetara dengan mencoba memelankan irama nafasnya yang terengah-engah

Saya cuma tersenyum padanya, lantas Indra bangun serta menghampiriku, Dia juga cuma tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dengan kondisi bugil serta basah berkeringat “Kamu cantik serta baik banget Shin,” katanya tiba-tiba Saya cuma tertawa kecil serta mulai mencium bibirnya Indra membalas dengan nafsu bersetara dengan memasukkan tangannya ke dalam lubang kemaluanku Cukup lama kami bercumbu, lantas ia berkata, “Shin…, boleh nggak aku emm…, itumu…”

 

“Itu apakah Ndra?” tanya saya “Itu…, waktu kamu gak tahu sih?” balasnya lagi
Sebelum aku menjawab, aku mengalami kepala batang kemaluannya telah menyentuh bibir kemaluanku. “Crestt,. creest,” berasa adanya yang robek dalam kemaluanku serta sedikit darah keluar Kemudian Indra berkata, “Shin kamu nyatanya masih perawan!” aku cuma dapat tersenyum serta mengalami sedikit perih di kemaluanku berasa agak seret masa setengah kemaluannya masuk ke Vagina ku Digerak-gerakan perlahan batang kemaluannya yang besar tetapi sehabis agak lama entah mengapa rasa sakit itu lenyap serta yang adanya cuma adanya rasa geli, enak serta enak ketika Indra menggoyangkan tubuhnya maju mundur pelan-pelan Cerita Dewasa, Cerita Ngesex, Cerita Bokep, Cerita Ngentot..

 

Aku tak tahan lagi seraya mendesah kecil keenakan. setelah itu makin laju saja Indra memainkan jurusnya yang maju mundur sesekali menggoyangnya ke kiri ke kanan, serta dipuntir-puntir putingku yang pink yang makin membuatku menggelepar-gelepar layaknya ikan yang dilempar ke daratan Cerita Bokep.

Cerita Ngentot tidak Kusangka saya Diperawani Di Ruangan Kelas Sekolahku serta saya Menikmatinya

Keringat telah membasahi tubuh kami berdua. aku sadari kalau saat itu perlakuan kami berdua dapat saja dipergoki orang, tetapi aku rasa kemungkinanya kecil pasal kelas itu agak terpencil. “Ahh…, ahh…, ahh,” aku mendesah dengan suara kecil pasal takut kedengaran orang lain. Kulihat wajah Indra yang mengcover matanya serta terengah-engah nafasnya.

 

Cukup lama juga Indra bermain denganku, jelas jelas benar kata orang kalau atlet itu kuat dalam bersenggama. “Ahh…, aww…, aww,” geli dalam lubang kemaluanku tak tertahankan. seketika kurasakan sebuah yang lain yang belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan keluar dari dalam vaginaku.

 

Oh, itu bisa jadi yang kata orang orgasme pikirku. Badanku berasa santai sekali serta mengejang. Mulutku ditutup oleh Indra bisa jadi ia takut kalau aku mendesah terlampau keras. Meja kelas yang agak tua itu bergoyang-goyang pasal ulah kami berdua. aku masih mengalami kaya gimana Indra berupaya buat mencapai puncak orgasmenya, lantas ia duduk di bangku serta menyuruhku buat duduk di kemaluannya. aku rujukan oleh saja serta pelan-pelan aku duduk di kemaluannya. Indra memegang pinggulku serta menaik-turunkan diriku.

 

Aku belum pernah mengalami kenikmatan yang layaknya ini. aku mendesah-desah serta Indra makin semangat menaik-turunkan diriku. lantas tubuh Indra mengejang serta berkata, “Shin aku mau keluarr,” kini justru giliranku yang semangat memacu gerakan tubuhku supaya Indra dapat juga mencapai klimaksnya, tetapi lama Indra mengeluarkan penisnya serta terdengar ia mendesah panjang, “ahh Shin…, aku keluar”. Kulihat air maninya berceceran di lantai serta beberapa adanya yang di meja. lantas kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan. Ia berkata, “kamu nyesel yah Shin?” aku menggeleng bersetara dengan berkata, “nggak kok Ndra…, sekalian untuk pembelajaran bagiku”

 

Saya teringat kalau orang-orang di luar kelas amat banyak yang menonton pertandingan, lantas aku buru-buru mengenakan pakaian serta menyuruh Indra juga buat memakaikan pakaiannya. Sebelum keluar dia menanyakan padaku, “Shin kapan kita dapat ‘begituan’ lagi?” serta aku menjawab, “terserah kamu Ndra” “Tapi nanti sehabis pertandingan selesai kamu tunggu aku yah di pintu gerbang lantas nanti kita jalan jalan”. Ia tersenyum serta mengangguk lantas kami berdua keluar kelas serta sengaja berpisah.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: