Take a fresh look at your lifestyle.

Cerita Ngesex Menganggu Cina Amoy Saat Di Main Pantai

Cerita Ngesex

0

Ceritabokep88com, Cerita Dewasa – Cerita Ngesex Menganggu Cina Amoy Saat Di Main Pantai.  sesuatu cerita ngesex yang menggairahkan. Suntuk! Satu kata yang membawaku melarikan motor kesayanganku membelah dinginnya malam bulan Agustus, menuju ke pusat keramaian kota Yogyakarta, Maliboro. Terus terang fikiranku kacau, perempuan yang saya sayangi sore tadi pergi dengan tidak pamit bersama temannya ke luar kota. Padahal telah lima hari ini tidak diberinya jatah sex, dengan sebab mengapa sedang ujian tengah semester. .

Mau meledak rasanya kepala ini, sesegera mungkin kusalurkan nafsu ini jika tidak ingin uring-uringan terus. Terbayang di benak seluruh rencana tuk malam ini berikan kepuasan pribadinya serta pelampiasan nafsuku, sebutir obat kuat sudah kusiapkan disaku calana. SIAL! makiku dalam hati…

Cerita Ngesex Melihat Cina Amoy Saat Di Main Pantai

Cerita Dewasa Warung itu terlihat sepi. Sebetulnya bukan warung, lebih serupa gerobak dorong makanan yang terparkir di pinggir jalan seberang toko Ramai Malioboro. Kuparkir motor di depan gerobak makanan itu, kupesan segelas jahe tape buat mengusir dinginnya malam. Kulirik pukul baru setengan sembilan malam, tinggal setengah.

jam lagi bubaran toko-toko selama Malioboro, dimana pelayan-pelayan toko berhamburan keluar toko buat pulang. Kuraih rokok di saku jaket yang tinggal tiga batang, kunyalakan serta kuhisap kuat bersetara dengan kuhembuskan keras ke udara. Dinginnya malam tidak cukup buat mendinginkan hati ini, terlebih dalam calanaku yang menginginkan jatah. Fikiranku melayang menelusuri metode memenuhi hasrat ini.

Waktu pun berjalan, fikiranku terus berkecamuk, terdengar suara perempuan memesan segelas teh hangat di sampingku. Kugeser letak dudukku, kulirik dia, hmm lumayan juga nih cewek. “Permisi mas numpang duduk” sapanya. “Oh monggo, silahkan-silahkan” jawabku berikan tempat kepadanya. “Kok belum pulang mbak?” tanyaku membuka percakapan. “Iya mas, tunggu jemputan, tetapi kok belum kelihatan ya” jawabnya bersetara dengan menengok kiri serta kanan. “Biasanya dah jemput dari tadi lho mas” tambahnya. seketika Hp di tas perempuan itu berbunyi, kulihat dia menjawab telepon itu, kuperhatikan wajahnya.

Alamak! wajah itu tertekuk marah, memperbanyak manis wajah ayunya. “Kurang ajar” katanya bersetara dengan mengcover pembicaraan teleponnya. “Kenapa mbak, kok marah-marah?” tanyaku padanya. “Dasar cowok gak tahu di untung, minggat sana setara gendaknya” maki pribadinya kepada cowok di telepon tadi. seketika dia menelungkupkan wajah ayunya ke atas meja bersetara dengan menangis. Wah kacau nih, pikirku. “Sudahlah mbak, nggak usah dipikirin, laki-laki emang begitu” rayuku bersetara dengan tidak kusadari jikalau saya juga laki-laki yang bisa jadi lebih berengsek dari cowoknya tadi

“Gimana kalau aku saja yang mengantar embak?” kutawari diriku buat mengantar.

Perempuan itu menengadah, terlihat air mata yang masih mengalir dari kedua boal matanya. Oh My God, ayu tenan gumam hatiku, wajahnya itu lho lucu, imut, kasihan diterpa cahaya lampu tempel di meja gerobak dagangan makanan. “Mas nggak papa? Nanti adanya yang marah? tanyanya bersetara dengan melihat lekat padaku. “Kita senasib kok mbak, Anton” kataku memperkenalkan diri bersetara dengan meraih tangannya menuju motor. sehabis kubayar minuman kita, kuulurkan helm kepadanya. Motor kustarter, dia duduk dibelakangku. “Aku Ika mas. Senasib kaya gimana sih mas?” tanyanya padaku. “Aku juga ditinggal cewekku sore tadi, dia pergi setara teman-temannya dengan tidak pamit padaku” jawabku. “Tinggalmu di area mana mbak?” tanyaku.

“Apa” tanyanya bersetara dengan mendekatkan kepalanya ke samping kepalaku, seerrr… payudara yang bulat kencang, kini nempel merapat di punggungku, terjadilah pemberontakan di dalam celana dalamku. Sial… saya lupa mencukur bulu bawahku, kini berasa perih menggigit terdesak pisang ambonku yang perlahan dan pasti mengeras. “Kenapa mas?” tanyanya sekali lagi padaku. Wajah gadis itu di sebelah kanan agak kebelakang arah wajahku, kutengok ke samping kanan, persis yang kuduga sebelumnya, begitu menengok, kucium lembut serta menyentuh pipi dan sedikit mulutnya, “iiiihhh, nakal ya masnya ini” katanya bersetara dengan mencubit pinggangku. Haa haa haa… “Kostmu area mana adik manis?” tanyaku menahan perih di pinggang dampak cubitannya. “Enggak tau, saya lagi males pulang” cemberutnya bersetara dengan terus mencubit pinggangku. Kuhentikan motorku di tepi jalan. “Kok berhenti mas?” tanyanya.

“Habis kamu nyubit terus serta gak di lepas-lepas sih… nanti gimana jalan motornya?” candaku. “Habis masnya juga genit sih, pake ngesun segala” ujarnya. “Nah gitu dong, jangan sedih terus, ntar ilang lho manisnya” kataku cengengesen. “Tu kan… mulai lagi” ketusnya bersetara dengan bersiap buat mencubit pinggangku lagi. Kutangkap tangan lembut itu, kugenggam intim bersetara dengan menanyakan “Trus kita mau ke mana cah ayu?” Ditundukkannya wajahnya “Terserah mas aja lah. pokoknya saya males pulang ke kostan”. “Ya oke deh, kita nikmatin malam ini berdua aja ya” jawabku. “He eh” sambutnya bersetara dengan melendot manja, ah basis perempuan dirayu sedikit, keluar deh manjanya. Kulaju motorku ke arah selatan Yogya. Namanya rejeki gak lari ke mana, sorak hatiku.

Sampailah kita di area pantai Parang Tritis, angin laut selatan menyambut kita didampingi dinginnya musim kemarau bulan Agustus. Kulepas jaketku serta kukenakan kepadanya yang cuma berkaus ketat berlengan pendek. Kuparkir motor di atas pasir pesisir pantai, kurengkuh bahunya buat duduk di pasir, dia diam saja, perhatian jauh melihat kelamnya lautan. “Kenapa, kok ngelamun” tanyaku. “Tauk nih, kita kan baru sebagian pukul lantas kenalan, kok udah akrab ya” jawabnya. “Emang kenapa? nggak boleh? saya suka dari perhatian pertama tuh” kataku ngawur. “Iiiiih, ngawur lagi deh” sergahnya bersetara dengan mulai mencubitku lagi.

Sebelum tangan itu sampai, saya bangkit berlari menghindar, terjadilah kejar-kejaran diantara kami, sampai suatu saat kakiku tersandung lobang serta jatuh. pasal jarak kami tak terlampau jauh, dia pun ikut terjatuh, sebelum sempat kusadari, reflek tanganku meraih tubuhnya, berpelukanlah kami berdua. Dia terdiam, akupun menahan nafas, perlahan kusorongkan wajahku mendekati wajahnya, kucium lembut bibirnya, ia pun membalas bersetara dengan memejamkan matanya, kami berdua terhanyut, melayang tinggi dengan latar belakang deburan ombak pantai selatan.

Malampun makin larut, kami bikin keputusan buat menginap di salah satu losmen yang Berposisi i sekitar pantai. “Kok kamu mau menginap dengan cowok yang baru kamu kenal sih” bisikku ketelinganya. “Habis mas baik sih, mau nemenin Ika yang lagi sebel” katanya manja. Kuraih wajahnya, kepagut bibir mungil Ika, kami berdua berciuman mesra. Tangan kananku memeluk pinggang, tangan kiriku bergerilya masuk ke dalam kaus Ika. Cumbuan kualihkan ke leher jenjang Ika, dia mendesis dipeluknya tubuhku. “Sss…mass… enaaakk” erang Ika. Tangan kiriku berupaya masuk melewati bra yang agak ketat, sedang tangan kananku berupaya membuka hubungan bra di punggung Ika. “Mas Ann… ton… Ika lee. messs nih… bersetara dengan tiduran yuk…?” pintanya. Kurebahkan diri Ika ke atas ranjang, kumainkan kedua pisah payudara Ika, Ika terpejam kembali dengan mengerang perlahan… sss… sss… yang keras mas remasnya… sss…

Cerita Ngesex Menganggu Cina Amoy Di Pantai

Kubungkukkan bandan, mendekat ke arah payudara Ika, ku kulum puting sebelah kiri sedangkan tangan kananku meremas sebelah kanan. Tangan ika menjambak rambutku… Sss… enaaakk… masssss… hisap yang kuat sayang… Jilatanku kuteruskan mencari sampai ke pusar, kumainkan lidahku di lubang pusar Ika. Malam kian larut, deburan ombak terdengar sampai ke dalam kamar losmen, seakan musik mengiringi deru nafas memburu kami berdua. Kupandangi badan Ika, kuusap intim wajahnya, Ika memandangku pasrah, kubelai perutnya dengan tangan kanan, terus turun hingga ke celana panjang Ika. Kubuka kancing celana Ika, kuturunkan resluiting serta kubelai dengan punggung tanganku.

“Mas Anton… jangan siksa Ika dong… cepet copot baju serta celana mas juga” pinta Ika layaknya memelas. “Sebentar sayang, mas mau buang air kecil dulu ya” kataku bersetara dengan berlalu ke kamar mandi. saya mencopot baju serta celanaku dan celana dalamku bersetara dengan mengelus Penis ku “sabar ya sayang, nanti kukenalkan pasanganmu” kataku bergumam bahagia.

Ika terpekik tertahan menatap kondisiku yang bugil, bersetara dengan mengcover mulutnya. “Mas Anton… kok gede banget penisnya? kira-kira muat gak ya unya saya?” tanyanya. “Kamu masih perawan Ka?” tanyaku mendekatinya. “Udah enggak sih… cuman dah lama gak kemasukan, terlebih jika segede memiliki emas?” jawabnya senyum dikulum. “Ya udah nikmatin dulu deh memiliki emas ini ya” kataku sembari menyodorkan penis ku ke wajahnya. Ikapun bangkit serta menyentuh penisku sembari dijilatinya, setelah itu memasukkan batang penisku ke dalam mulutnya, terlihat sesak tatkala dia memasukkan batangku.

Aku tersenyum melihatnya terbelalak-belalak. “Cape nih mas mulut Ika, pegel!” protesnya. “Ya udah, kini giliran emas mau cium vegi Ika ya” kataku meredakan protes Ika. Kemudia Ika kembali tiduran sembari mengangkangkan kedua pahanya, kudekatkan kepalaku di selangkangan Ika yang jelas jelas luar biasa bersihnya kemaluan ika dengan rambut sedikit dirapikannya, kumulai mengulum kemaluan Ika. Kedua tangan Ika menjambak rambut di kepalaku. “Achhh… terus masss… yesss… gigit masss…” erang Ika layaknya cacing kepanasan.

Gila aja cowok goblok itu, barang sebagus ini disia-siakan bathinku berkata sembari terus menjilat serta sesekali kumasukkan lidahku kedalam liang vegi Ika. “Maasss… aaakkkuu… nyammpeee…!” jerit Ika sembari menekan kepalaku ke dalam vaginanya. badan Ika bergetar hebat, dari lubang kemaluan Ika keluar lendir orgasme yang lansung tidak kusia-siakan buat menyedotnya nyatanya gurih sekali cairan orgasme Ika.

Sehabis sebagian saat Ika tergolek lemas layaknya tidak bertenaga, kudekati Ika serta berbaring di sisinya, kukecup keningnya serta kubelai rambut Ika, “Gimana rasanya sayang?” tanyaku. Ika tidak menjawab, cuma tatapan sendu dan senyuman Ika yang mewakili sejuta kata-kata yang mewakili pribadinya mencapai puncak kenikmatan.

Kemudian saya bangkit, melumuri penisku dengan air ludah, agak kuangkat Ika buat agak menepi dari ranjang. Perlahan saya arahkan penisku ke tengah selangkangan Ika. “Pelan-pelan ya mas…” pinta Ika memohon. Pertama ku sibak bibir vagina Ika, setelah itu kutempelkan kepala helm penisku di tengah vaginanya, perlahan-lahan kudorong masuk ke dalam. Dengan orgasmenya Ika tadi, seolah sudah siap buat mendapat kehadiran penisku, tapi tetap saja agak sempit.

Kulihat Ika agak meringis, “Kenapa Ka?, sakit ya?” tanyaku. “Sedikit mas, tetapi gak pa pa kok, Ika tahan”. saya gak mau buru-buru, sedikit demi sedikit kukeluar masukkan batang penisku ke dalam vagina Ika. sehabis masuk setengah, kudiamkan sebentar buat berikan masa vagina Ika menyesuaikan dengan batang penisku, kulihat Ika menatapku, “Kenapa berhenti mas? saya dah mulai merasa nikmat kok rasanya” kata Ika sedikit protes atas perbuatanku. jelas jelas saya penjahat kelamin, kata teman-temanku,

Sebetulnya saya sendiri gak setuju pasal rujukan oleh diriku sendiri saya ialah penyayang kelamin, gak mau asal aja make love serta perempuan merasa sakit, pasal prinsipku kaitan sex itu ialah kepuasan antara dua insan berlainan jenis Setelah kulihat Ika telah habit dengan penisku, awalilah kumaju mundurkan senjataku tersebut, bersetara dengan melirik Ika. nyatanya Ikapun telah menikmati keluar masuknya penisku di vaginanya. Sekitar lima menit setelah itu Ika kontraksi, rupanya dia telah mau mencapai orgasme lagi.

Massssss…akkkuuu… nyammmppeee… erangnya bersetara dengan memeluk erat badan dan menjepit keras pinggulku. saya imbangi orgasme Ika dengan menancapkan batang penisku dalam-dalam “Gimana sayang?” tanyaku. “Waduh mas luar biasa deh” jawabnya bersetara dengan terengah-engah. setelah itu Ika saya suruh telentang di atas rajang, setelah itu saya naik di atas badan Ika, kujilati sekitar payudara Ika yang jelas jelas telah basah oleh keringatnya. setelah itu kusuruh kedua tangan Ika buat menjepit kedua payudaranya, sehabis itu batang penisku saya tusukkan di tengah jepitan payudaranya.

Ika tersenyum paham dengan perbuatanku serta menanyakan “Kenapa gak dikeluarin di dalam vagina Ika aja mass?” tanyanya. “Enggaklah, nanti kamu hamil lagi” jawabku. Ikapun tersenyum manis. Kukocok kemaluanku di jepitan payudara Ika, tidak berapa lama berasa adanya sebuah yang akan meledak dari ujung kemaluanku, Ika menengadah ke arah payudaranya, “Kaaa… masss mau sammmpe juga nihhh…” erangku.

Kulihat Ika membuka mulutnya, seolah mau menampung muncratan orgasme ku. menatap Perihal itu buru-buru ku copot penisku dari jepitan payudara Ika serta kumasukkan ke mulut Ika, disambutnya penisku serta di kulumnya. Meledaklah seluruh spermaku di mulut Ika sampai tetes mani terakhir. “Enak kok mas, gurih… Ika seneng setara sperma emas?” kata Ika bersetara dengan tersenyum. Akupun layaknya habis berlari berpuluh-puluh meter, nafasku tersengal tapi senyumku masih dapat kupaksakan buat Ika. Kupeluk badan bugil Ika, kuciumi wajah, pipi, serta kamipun beciuman mesra, kamipun tertidur lelap hingga pagi dengan tidak sehelai benang nempel di kedua badan bugil kami.

Cerita Ngesex Menganggu Cina Amoy Saat Duduk dan Bermain Pantai

Pagi pun merangkak ke siang, saya terjaga serta kulihat di sebelahku Ika telah tak adanya. Dengan perasaan malas saya bangun serta menuju ke kamar mandi. Sesampai di sana kulihat Ika membelakangi pintu serta sedang menyikat gigi, perlahan kudekati serta kupeluk dari belakang, tidak lupa tanganku mampir di kedua buah dada Ika “Eh dah bangun ya mas?” sapa Ika.

Kurasakan penisku menegang lagi, dengan posisi demikian kurenggangkan kedua kaki Ika serta perlahan kumasukkan penisku dari belakang. Ika mengerang lirih serta berpegangan terhadap tepi bak mandi, sampai akhirnya Ika mencapai orgasmenya Setelah itu ia jongkok di depanku serta mulai mengulum penisku sampai mencapai orgasme yang ditelan Ika sampai habis.

Setelah mandi serta sarapan, kami berdua bersantai di teras depan losmen. setelah itu Ika menanyakan dengan perasaan sedih, “Mass, kira-kira besok-besok gimana ya kaitan kita”. tanyanya sedih. “Mau kamu gimana Ka? balasku menanyakan lagi. “Mau Ika kita gak buru-buru putus mas, sehabis peristiwa semalam sampai hari ini, kayaknya Ika suka deh setara mas Anton?” katanya bersetara dengan mulai meneteskan air mata. saya bangkit serta memeluk dirinya, ku elus punggung serta rambutnya. “Mas juga setara kok perasaannya dengan kamu sayang” kataku menghibur. “Kita lihat esok aja ya, serta saya janji senantiasa menghubungi kamu ya Ka”. kataku setelah itu. Ika cuma mengangguk lemah.

Sejak itu sesuai dengan janjiku, saya senantiasa mengunjunginya serta kami masih berkaitan mesra terus, jika tak di kostanku ya di kostnya Ika. Sampai suatu saat dia bilang kalau dilamar oleh cowoknya yang dulu, dimana cowoknya sudah menuturkan kesalahannya serta berjanji tak akan menyakiti Ika lagi. saya pun agak goncang, tapi gimana lagi, saya sendiri masih kuliah, masih nodong orang tua, sedangkan cowok si Ika sudah bekerja, akhirnya kuihklaskan kepergian Ika.

Sebelum berpisah Ika kuajak ke Tawangmangu sepanjang dua hari, berdua memuaskan hasrat sebelum berpisah. jelas jelas Ika sendiri tak dapat menolak cowok tersebut yang masih tercatat famili jauhnya, sehabis kunasihati akhirnya Ika mau mengerti serta mendapat lamaran cowoknya Kini saya jomblo lagi, sedangkan cewekku dulu telah saya putus kemarin-kemarin, yah semoga bro-bro masih mau membaca cerita petualanganku yang lain di lain kisah.

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: